Badan Koordinasi Penanaman Modal

Pengusaha lokal dan UMKM harus dilibatkan, karena tujuan investasi yaitu selain percepatan pertumbuhan ekonomi, juga pemerataan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah sudah menyiapkan lahan, sarana dan prasarana infrastrukturnya yang memadai, serta ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan,” jelas Bahlil. Sementara, salah satu perwakilan PMDN yaitu PT Pan Brothers menggandeng 13 UMKM untuk mendukung usahanya. Mulai dari pengadaan tenaga kerja, pemasok barang material, pemasok makanan hingga pemasok bahan baku. “Kami berharap program ini benar-benar nyata dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia, terutama percepatan ekonomi,” ujar Vice CEO PT Pan Brothers Anne Patricia.

Pada tahun 2012, PLN menugaskan IP untuk melaksanakan pengembangan PLTA Maung. Dengan MoU ini keduanya bersama-sama berkoordinasi dan kerjasama untuk melakukan studi dan pengembangan PLTA Maung di Banjarnegara, Jawa Tengah. Rencananya, pembangunan PLTA Maung akan memakan waktu selama kurang lebih four tahun dengan nilai investasi sebesar US$ 650 juta.

Menurut Bahlil saat ini sedang ada pembangunan hilirisasi nikel di provinsi Maluku Utara tersebut. BKPM akan terus mendorong bagaimana investasi dapat berdampak positif bagi daerah. Semakin besar investasi yang didorong, semakin banyak lapangan kerja yang tersedia, baik untuk tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.

Tenaga kerja tidak langsung bisa 3-4 kali lipatnya, karena adanya multiplier results yang besar dari rantai suplainya. Dalam Undang-Undang Cipta Kerja itu dijelaskan adanya kewajiban bagi perusahaan besar, baik nasional maupun asing, untuk ber-partner dengan pengusaha lokal daerah maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang memenuhi syarat,” imbuh Bahlil. Salah satu lokasi luar Jawa yang menjadi daya tarik bagi PMA adalah Maluku Utara.

Beberapa point untuk langkah awal usaha dibidang mode

Hal ini belajar dari pengalaman sebelumnya, dimana tidak ada satupun perusahaan asing yang merelokasi investasinya ke Indonesia pada saat terjadi perang dagang antara Amerika Serikat dengan RRT tahun 2019 lalu. Untuk mendapatkan investasi tersebut, BKPM membentuk Satuan Tugas khusus yang mempunyai three tugas utama. Pertama, mengidentifikasi potensi investor asing yang berencana merelokasi investasinya dan melakukan pendekatan langsung. Kedua, melakukan diplomasi dan negosiasi langsung agar bisa mendatangkan investor. Badan Koordinasi Penanaman Modal berhasil menarik 7 perusahaan asing melakukan relokasi investasi ke Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi yang baik harus dibarengi dengan pertumbuhan pemerataan ekonomi. Ini adalah bentuk jawaban bahwa tidak ada lagi investasi yang masuk di negara kita yang tidak melibatkan anak-anak daerah dan UMKM dalam meningkatkan ekonomi daerah dan nasional,” tegas Bahlil. Dalam sambutannya, Bahlil menyampaikan bahwa dalam kondisi pandemi COVID-19 ini, BKPM terus berkomitmen memfasilitasi para pelaku usaha, baik Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri yang melakukan kegiatan usahanya di Indonesia.

Sebagian besar investor Jepang menanamkan modalnya di sektor infrastruktur. Pemerintah terus melakukan terobosan dan inovasi layanan investasi untuk memberikan kemudahan bagi investor. Salah satunya dilakukan dengan meluncurkan Pemberian Layanan Cepat Perizinan 3 jam terkait infrastruktur di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral . Peluncuran layanan investasi three jam di sektor energi dan sumber daya mineral tersebut dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu PUSAT, BKPM. Kegiatan Market Sounding ini dihadiri oleh 200 investor yang berminat dan bergerak di bidang perusahaan VSAT perusahaan operator satelit, operator telekomunikasi, lembaga keuangan, dan mitra dagang Indonesia. Kepala BKPM Thomas Lembong menyatakan bahwa berbagai upaya untuk meningkatkan penamaman modal dan juga pelayanan kepada investor terus dilakukan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa di tengah pandemi COVID-19 telah banyak strategi yang diciptakan untuk membantu pelaku UMKM bertahan. Salah satunya adalah dengan membuka akses-akses permodalan baru, termasuk dari kerja sama dengan para investor. Menurutnya, UMKM perlu didorong untuk dapat bermitra dengan investor asing maupun lokal, namun perlu diciptakan mannequin bisnis baru untuk melindungi UMKM itu sendiri. Badan Koordinasi Penanaman Modal bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II menyelenggarakan kegiatan Market Sounding proyek-proyek PT Angkasa Pura II dalam rangka mempersiapkan pembukaan kembali ekonomi pada kondisi kenormalan baru. Kegiatan diselenggarakan secara dalam jaringan pada Selasa, 30 Juni 2020.

Dalam hal ini, BKPM akan mengajak pihak swasta dan BUMN untuk berkolaborasi agar semakin banyak investasi yang masuk dan berkualitas, sehingga sektor industri dapat berkembang lebih baik. Selain itu, optimalisasi penyerapan tenaga kerja di lokasi investasi juga sangat diperlukan. BKPM akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah di lokasi usaha, terkait kesiapan jumlah tenaga kerja lokal yang dapat diserap dengan adanya investasi ini. “Permintaan dari BKPM, tolong libatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang ada di daerah lokasi investasi, baik sebagai provide chain maupun provider, agar rembesan investasi ini bisa dinikmati di daerah. Sehingga perusahaan lokal juga mendapatkan keuntungan dari adanya investasi ini.

Apabila dilihat dari persebarannya, kontribusi realisasi investasi terbesar berasal dari Pulau Jawa sebesar Rp 307,5 triliun atau 50,3% dari complete realisasi sedangkan realisasi investasi dari luar Pulau Jawa sebesar Rp 304,1 triliun atau forty nine,7% dari total capaian realisasi. Bahlil mengungkapkan bahwa saat ini pertumbuhan PMA sudah lebih baik walaupun belum terlalu maksimal. Triwulan III merupakan momentum untuk realisasi investasi PMA dan PMDN meningkat. “Seluruh proses perizinan hingga pengajuan insentif dipusatkan melalui sistem OSS. Kita lihat jumlah pengajuan Tax Allowance di tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. Ini pertanda baik, bahwa perusahaan sudah mulai bisa memanfaatkan fasilitas yang pemerintah berikan,” ujar Achmad Idrus.