Ir Yudi Diharja, Total Dalam Bekerja, Kreatif Dalam Berkarya & Loyal Dalam Mengabdi

Tapi, membuat karya tidak cukup kemampuan semata, melainkan juga dari hati. Anda harus benar-benar berminat untuk memahami dan menjalani setiap prosesnya. Oleh karena itu, hasil karya seringkali dihargai lebih tinggi ketimbang hasil kerja.

Ia mengapresiasi PHBI Kantor Direksi yang telah bersinergi untuk menggelar acara ini. Menurutnya, dalam situasi darurat kesehatan seperti ini, selain upaya fisik atau lahiriah, sebagai orang beriman harus berikhtiar secara batiniah. “Investasi ini akan mencakup program bonus baru yang membayar kreator yang memenuhi syarat untuk mencapai pencapaian tertentu, dan saat mereka menggunakan alat kreatif dan monetisasi kami,” tulis Facebook.

Bekarya di dalam pekerjaan

Bekerja jadi sebuah keharusan untuk kamu yang dianggap sudah cukup umur, sebagai wujud kemandirian. Kebanyakan orang bekerja dengan tujuan tak lebih dari usaha untuk mencukupi kebutuhan hidup. Meski sebagian lagi beranggapan bekerja itu salah satu cara mencari pengalaman, belajar, dan bersosialisasi sebagai manusia. Saat ini, anak millennial memiliki peluang yang sangat besar untuk pekerja pada bidang yang bukan hanya sekedar menghasilkan uang, tapi juga bisa mengembangkan bakat dan minat mereka. Mereka tidak harus lagi bekerja dan duduk berjam-jam dibalik meja kerja.

Kalau kita berkaca pada kurikulum di perguruan tinggi, tidak banyak yang menerapkan sistem magang. Diketahui bersama bahwa magang menjadi salah satu solusi agar anak didik yang telah menyelesaikan studi bisa tahu dengan dunia kerja keprofesian dan tentu untuk memenuhi standarisasi perekrutan berbagai perusahaan. Penggunaan sosial media di lingkungan pekerjaan dapat menjadi alat komunikasi yang efektif serta tidak membutuhkan biaya yang besar. Kita dapat menggunakan sosial media untuk meningkatkan citra perusahaan, berkomunikasi dengan klien, serta mempromosikan produk atau jasa yang ditawarkan. Karyawan pun dapat menjadi cermin perusahaan dalam memberikan informasi di media sosial pribadi mereka. Lebih lanjut Dr. Dyana menjelaskan bahwa dengan mengurangi beban pasien akan menjaga kualitas hidup survivor kanker payudara.

Sebelum pandemi, ia sering mengadakan pertemuan dengan teman-teman komunitas ilustrator untuk melakukan kegiatan kesenian bersama, seperti pameran lukisan. Sejak pandemi, ia dan teman-teman ilustrator dari berbagai wilayah di Indonesia tetap rutin berkomunikasi secara digital untuk berbagi ilmu, serta tetap produktif, misalnya dengan mengadakan pameran digital. Ebenhaezer Gesit Denandrya atau Eben, eleven tahun, merupakan siswa kelas 5 SD di Jawa Tengah. Saat ini, ia tinggal di Ungaran, sebuah kota kecil yang berjarak sekitar 25 km dari ibukota provinsi Jawa Tengah, Semarang. Eben menyukai bermain petak umpet bersama teman-temannya di sekitar rumahnya yang dikelingi ladang dan sawah yang luas. Untuk mengilustrasikannya, seorang anak berusia 17 tahun ingin menjadi CEO di sebuah perusahaan teknik di masa depan.